Kamis, 17 April 2014

Mengenal teknologi VOIP

Voice over Internet Protocol (VoIP) bukan merupakan teknologi baru. VoIP adalah suatu mekanisme teknologi yang memungkinkan terjadinya percakapan (voice) baik jarak jauh maupun dekat, dengan memanfaatkan internet (www.total.or.id). Terlepas dari kualitas suara yang tidak sebagus sambungan telepon biasa, para pelaku bisnis dan pemilik perusahaan mulai melirik penggunaan VoIP terutama untuk menekan pengeluaran.

Dalam VOIP, suara diubah menjadi data dan dikirim lewat jaringan internet. Ia bisa lebih murah sebab menggunakan pita frekuensi (bandwidth) dengan sistem kompresi yang tingkatnya lebih besar dibanding kompresi di selular. Di GSM, suara normal yang dikodekan dalam 64 kilobit bisa ditekan sampai 13,3 kilobit per detik dan mutu suara itu sudah terbiasa kita dengar lewat ponsel.

Kompresi juga dilakukan di STDI (Sentral Telepon Digital Indonesia), sehingga satu kanal kapasitas 64 kilobit dapat digunakan atau diduduki oleh 4-5 suara. Lebih hebat lagi, dengan teknologi VOIP, kompresi dilakukan sedemikian rupa, sehingga tiap kanal tidak lagi 13,3 kilobit tetapi menjadi cuma 8 kilobit dan nantinya akan lebih kecil lagi.

Teknologi ini memang hanya berguna jika dipakai untuk percakapan interlokal dan internasional karena mengurangi biaya percakapan hampir separuhnya sehingga bisa dipakai untuk menghemat pengeluaran. Mengenai kualitas suara, tidak terlalu jauh berbeda dengan menggunakan cara konvensional namun tetap tergantung daripada kualitas jaringan telekomunikasi di masing-masing daerah atau negara lawan bicara.VOIP dapat digambarkan secara sederhana sebagai sebuah panggilan yang memanfaatkan teknologi dengan mengubah suara manusia menjadi sinyal digital untuk selanjutnya dipangkas (istilah asingnya compression) di beberapa bagian, tanpa mengurangi kandungan informasi yang ada selanjutnya dibagi menjadi paket-paket Internet Protocol (IP) kemudian ditransmisikan melalui jaringan internet, proses sebaliknya dilakukan di sisi penerima.

Contoh protokol jaringan yang digunakan untuk mengimplementasikan VoIP meliputi:
H.323
Media Gateway Control Protocol (MGCP)
Session Initiation Protocol (SIP)
Real-time Transport Protocol (RTP)
Session Description Protocol (SDP)
Inter-Asterisk eXchange (IAX)

Protokol H.323 adalah salah satu dari Protokol VoIP yang penerapannya ditemukan secara luas untuk lalulintas jarak jauh, seperti layanan Jaringan Area Lokal (LAN). Namun, karena perkembangan baru, protokol yang lebih kompleks seperti MGCP dan SIP, H.323 penyebaran semakin terbatas untuk membawa jarak jauh yang ada lalu lintas jaringan. Secara khusus, Session Initiation Protocol (SIP) telah mendapatkan penetrasi pasar luas VoIP.
Keuntungan VoIP
Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset
Kelemahan dari VoIP
Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih – bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Voice_over_IP

0 komentar:

Posting Komentar